Senin, 18 Januari 2016

Makalah Pelukis Jalanan

PENDAHULUAN




A.    Latar Belakang

Jika kita jalan-jalan ke kawasan kota tua kita dapat menemukan salah satuprofesi unik yang ada di ibukota Jakarta. Profesi tersebut adalah menjadi seorang pelukis jalanan. Para seniman lukis jalanan ini rata rata sudah 15 tahun berkarya tanpaada tempat yang layak untuk memamerkan dan menampilkan hasil karya mereka.Walau mereka hanya seorang pelukis jalanan, bukan berarti teknik mereka kalah dengan para pelukis modern. Perbedaannya, para pelukis jalanan ini lebih banyak membuat lukisan sesuai pesanan konsumen. Mereka lebih dekat dengan realita sehari-hari karena hidup ditengah hiruk pikuk kota metropolitan. Mereka begitu mencintai profesinya dan menikmati pekerjaan tanpa mengeluh meski hanya sebagai seorang pelukis jalanan, karena bagi mereka melukis bukanhanya sekedar untuk mencari materi akan tetapi melukis merupakan penyaluran jiwaseni yang tertanam dalam diri mereka. Salah satu impian terbesar mereka adalah memiliki sebuah galeri atau ruang pameran untuk menampilkan hasil karya-karya mereka. Hal inilah yang melatar belakangi penulis untuk membuat makalah tentang seniman pelukis jalanan.
B.     Tujuan Penulisan
Makalah ini dibuat dengan tujuan untuk menambah wawasan dan membuka pikiran pembaca agar menyadari bahwa apapun profesi seseorang jika dikerjakan dengan tulus dan menikmatinya maka kita tidak akan mengeluh.


PEMBAHASAN


A.     Asal-muasal Pelukis Jalanan

Sejarah merupakan bagian yang tak bisa dipisahkan dari sebuah kota. Peninggalannya justru bisa menjadi daya tarik sebuah kota bagi para wisatawan, termasuk Jakarta. Selain menjadi ibu kota negara, kota yang dulunya disebut dengan Batavia itu, juga menjadi cagar budaya dan wisata kota tua. Bermula dari sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung, Kota Jakarta menjadi pusat perdagangan internasional. Hingga sekarang Kota Jakarta tetap menjadi kota sibuk, padat yang beragam. Keunikan Jakarta terdapat pada sejarah dan kota tuanya. Bagian dari kota Jakarta yang sudah berusia ratusan tahun ini menawarkan pemandangan yang mengagumkan. Bangunan tua bersejarah, kawasan pecinan, pengojek ontel, kuliner tempo dulu dan museum. Kawasan Kota Tua selain menyimpan bangunan kuno yang bersejarah, ternyata di sepanjang masa juga terus didatangi oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Fenomena ini sangat dimanfaatkan para pelukis jalanan untuk mengaisrejeki. Mereka menawarkan kemahirannya dalam seni lukis pada setiap wisata wanyang melintas di kawasan tersebut. Pelukis jalanan seolah sudah menjadi satu bagian dengan kawasan Kota Tua.Setiap hari sedikitnya ada 30 pelukis jalanan yang mangkal di beberapa sudut bangunan. Mereka bersandar di dinding bangunan kuno yang terletak di Jl Pintu Besar Selatan-Gadjahmada. Dengan modal yang sederhana, mereka beraktivitas mencarinafkah. Untuk menarik perhatian wisatawan, beberapa lukisan berbahan dasar kanvashasil karyanya disandarkan di dinding yang sudah kusam.
 Untuk keperluan melukis, kelompok pelukis itu menggunakan alat yang sederhana. Kayu penyangga, pewarna dengan konte betang dan serbuk, kertas, dan tentunya foto yang menjadi obyek lukisan.
“Ini sebagai kenangan di kala mampir ke Kota Tua. Makanya kesempatan inilangsung ditorehkan dalam sebuah lukisan,” kata Yahya (32), seorang wisatawan asal Bandung, Jawa Barat, yang minta dilukis. Menurut Fillay, salah satu pelukis jalanan kota tua yang berhasil kami wawancarai, pada awalnya pelukis jalanan hanya berjumlah 2 orang. Semakin lama jumlah pelukis jalanan semakin bertambah. Kehadiran para seniman jalanan di KotaTua ini memang bukan baru-baru ini saja, akan tetapi sejak tahun 1980 mereka sudah menjamur di tempat tersebut. Sejak dulu, mereka selalu bergerombol di sebuah bangunan tua yang sudah tak digunakan lagi. Kamijan yang juga merupakan pelukis jalanan di kawasan Kota Tua mengaku menjadi pelukis jalanan di tempat tersebut sudah dilakoninya sejak tahun 1998. Menurutnya, pekerjaanya sebagai pelukis jalanan bukan hanya sekedar untuk mencari materi semata melainkan ada kepuasan tersendiri dari setiap karya yang dihasilkan dan melukis merupakan sarana penyaluran bakat seni yang dimilikinya. Kebanyakan dari mereka, melukis berdasarkan pesanan. Pesanan lukisan dapat diminta dengan berbagai bentuk dan gaya, harganya pun tergantung dari lukisan yang diminta. Untuk lukisan wajah dengan warna hitam putih harganya berkisar antara Rp250-300 ribu. Kamijan mengaku, pada hari tertentu di mana para pelukis jalanan ini mendapat pesanan lukisan cukup ramai. Dalam satu hari bisa mencapai dua atau tiga orang yang minta dilukis. Mengenai hasilnya biasanya bisa sampai tiga hari, semua tergantung tingkat kesulitannya. Hingga saat ini, kehadiran pelukis jalanan di kawasan Kota Tua memang dibutuhkan pengunjung untuk mengabadikan momen saat berkunjung ke wisata KotaTua. Hanya pengunjung yang memiliki jiwa senilah yang menganggap lukisan wajah dengan background gedung-gedung tua cukup berharga. Terlebih suasana klasik Kota Tua merupakan momen yang sulit terlupakan.

B.     Komunitas Pelukis Jalanan

Seperti yang telah dikatakan Fillay bahwa pada awalnya pelukis jalanan hanya berjumlah 3 orang. Semakin lama jumlah pelukis jalanan semakin bertambah. Dengan semakin banyaknya para seniman jalanan ini maka terbentuklah suatu komunitas yangdiberi nama “ Kelompok Pelukis Kota”.  Komunitas inilah yang memberikan informasi tentang even-even lukisan yang bisa diikuti oleh anggota komunitas tersebut.Namun disayangkan komunitas tersebut tidak terorganisir dengan baik, karenadalam menentukan pimpinan organisasi dipilih orang yang memang ingin menjadi pimpinan tanpa masa jabatan yang ditentukan dan berhenti jika mereka sudah tidak ingin menjadi ketua. Fillay juga mengatakan bahwa karena tidak ada peraturan yang jelas dalam organisasi tersebut, maka hingga saat ini organisasi tersebut masih vacum karenabelum memiliki pimpinan.

PENUTUP


Kesimpulan
Dari makalah ini kami menyimpulkan bahwa di indonesia banyak sekaliseniman seniman lukis yang butuh perhatian dari pemerintah untuk mewadahipenyaluran bakat mereka, karena dengan adanya mereka menjadi salah satu dayatarik bagi para wisatawan kota tua.Selain itu hal yang dapat diambil dari sini adalah bahwa apapun profesi kita, jika kita mengerjakannya dengan ikhlas maka akan menghasilkan karya terbaik dantidak ada keluh kesah.

Saran
Adapun saran kami sebagai penulis bagi para pembaca adalah :
1.      Hendaklah kita mensyukuri apa yang sudah kita miliki tanpa berhenti berusaha.
2.      Kenali bakat kita dan asahlah hingga kita bisa menghasilkan karya yang terbaik.
3.      Teruslah kembangkan potensi diri kita untuk mencapai cita-cita yang sesuaidengan keinginan kita.


Sumber :

Reaksi:

2 komentar: