Minggu, 31 Maret 2013

perulangan dan kondisi pada bahasa pemrograman pascal

1.            Perulangan For.
Perulangan statemen For digunakan untuk mengulang statemen atau suatu blok statemen berulang kali. Perulangan dengan statemen For dibagi dua:  perulangan positif dan perulangan negatif.

• Perulangan For positif
contoh :
perulangan positif :
Uses Crt;
Var
i : Integer;
Begin
For i := 1 To 5 Do Writeln (‘Naimah’);
END.

Maka bila program diatas dicompile
hasilnya :
Naimah
Naimah
Naimah
Naimah
Naimah

statement Naimah akan diulang sebanyak 5 kali dengan  menghitung nilai i dari i ke 1 sampai nilai i terakhir yaitu i ke 5.

=> Contoh dengan menggunakan blok statement:
cara penulisannya dengan pada awal blok diawali dengan Begin dan
pada akhir blok diakhiri dengan End;

Uses Crt;
Var
i : Integer;
Begin
For i:= 1 To 10 Do
Begin
Writeln (‘Naimah’); { blok statement }
End;
End.

Hasil yang didapat sama dengan contoh yang pertama, perulangan For biasanya mempunyai banyak statement
[lebih dari 1 statement]


• Perulangan For negatif
Perulangan negatif adalah perulangan dengan menghitung (counter) dari besar ke kecil. Statement yang digunakan adalah For-DownTo-Do
contoh :

Uses Crt;
Var
i : Integer;
Begin
For i := 10 DownTo 1 Do Write (i:3);
End.
Hasil :
10 9 8 7 6 5 4 3 2 1

• Perulangan For tersarang
Perulangan For tersarang adalah perulangan For yang berada pada perulangan yang lainnya. Perulangan yang lebih dalam akan diproses terlebih dahulu sampai habis, kemudian perulangan yang lebih luar baru akan bertambah, mengerjakan perulangan yang lebih dalam lagi mulai dari nilai awalnya dan seterusnya.
Contoh :

Var
a,b : Integer;
Begin
For a := 1 To 3 Do
Begin
For b := 1 To 2 Do Write (a :4,b:2);
Writeln;
End;
End.

Hasil :
1 1 1 2
2 1 2 2
3 1 3 2

•  Perulangan While – Do
Penyeleksian kondisi digunakan untuk agar program dapat menyeleksi kondisi, sehingga program dapat menentukan tindakan apa yang harus dikerjakan, tergantung dari kondisi yang diseleksi tersebut. Perulangan While – Do tidak dilakukan jika kondisi tidak terpenuhi.
Contoh :

Uses Crt;
Var i : Integer;
Begin
i := 0;
While < 5 do
Begin
Write (i:3);
Inc (i); { sama dengan i:=i+1 }
End;
End.
Hasilnya :
0 1 2 3 4

• Perulangan While – Do tersarang
Perulangan While – Do tersarang (nested While – Do) merupakan perulangan While – Do yang satu di dalam perulangan While – Do yang lainnya.
Contoh :

Uses Crt;
Var
a, b : Integer;
Begin
ClrScr;
a:=1;
b:=1;
While a < 4 Do{ loop selama a masih lebih kecil dari 4 }
Begin
a := a+1;
While b 25; { berhenti jika b lebih besar dari 5 untuk perulangan dalam }
a:=a+1;
Until a>3; { berhenti jika a lebih besar dari 3 untuk perulangan luar }
Writeln(‘ =======================================’);
End.


2.  Percabangan
•             If – Then
Bentuk struktur If – Then adalah sebagai berikut :

-   If Kondisi Then Statement
Ungkapan adalah kondisi yang diseleksi oleh statement If. Bila kondisi yang diseleksi terpenuhi, maka statement yang mengikuti Then akan diproses, sebaliknya bila kondisi tidak terpenuhi, maka yang akan diproses statement berikutnya.
Misalnya :
If Pilihan = 2 Then
Begin{ jika kondisi terpenuhi, Yaitu jika pilihan = 2 }
……
……
End
Else{ jika kondisi tidak terpenuhi, yaitu jika pilhan
tidak sama dengan 2}
Begin
…….
…….
End;

Contoh Program :
Uses Crt;
Var
Nilai : Real;
Begin
Write (‘Jumlah Nilai :’);
Readln (nilai); { Pemasukan data }
If nilai > 60 Then { seleksi kondisi variabel nilai }
Writeln(‘Lulus’) { Dilaksanakan jika nilai lebih besar dari 60 }
Else
Writeln(‘Tidak lulus’); { Dilaksanakan jika variabel nilai lebih kecil dari 60 }
End.

Hasil :
Jika kita Memasukan 40 pada varibel nilai, Maka program
diatas akan mencetak Tidak lulus.

•  If tersarang (nested If)
Struktur If tersarang merupakan bentuk dari suatu statement If berada di dalam lingkungan statemen If yang lainya. Bentuk statement If tersarang sebagai berikut :
If kodisi1 Then atau If Kondisi1 Then
If kondisi2 Then Begin
statemen1 IF kondisi2 Then
Else statemen1
statemen2; Else
statemen2
End;

• Case – Of
Struktur Case – Of mempunyai suatu ungkapan logika yang disebut dengan selector dan sejumlah statemen yang diawali dengan suatu label permasalahan (case label) yang mempunyai tipe sama dengan selector.
Statement yang mempunyai case label yang bernilai sama dengan case label yang bernilai sama dengan nilai selector akan diproses sedang statemen yang lainya tidak. 
Bentuk struktur dari Case – Of:

Case Variabel Kondisi Of
Case – Label 1; Statement 1;
Case – Label 2; Statement 2;
Case – Label 3; Statement 3;
Case – Label 4; Statement 4;
……..
……..
Case – Label n ; Statement n ;
End ; { end dari case }
Daftar Case label dapat berupa konstanta, range dari konstanta
yang bukan bertipe real.

Contoh program ;
Program nilai;
Var
nil : Char ;
Begin
Write (‘Nilai Numerik yang didapat :’);
Readln (nil);
Case nil Of
‘A’: Writeln (‘Sangat Baik’);
‘B’: Writeln(‘Baik’);
‘C’: Writeln(‘Cukup’);
‘D’: Writeln(‘Kurang’);
‘E’: Writeln(‘Sangat Kurang’);
End;
End.

hasil :
Nilai Numerik yang didapat : B –> Input
Baik


sumber :
http://naynaimah.wordpress.com/2012/03/16/perulangan-dan-kondisi-pada-bahasa-pemrograman-pascal/

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar